May 10, 2006 | Author: frans
Jam 7 pagi kami sudah bangun, langsung foto-foto di sekeliling hotel. Setelah itu kita sarapan dengan bihun kuah hemmm yummy. Setelah itu kami mulai untuk packing mempersiapkan untuk pergi. Sekitar jam 9 pagi kurang, pak Komang driver yang akan membawa kami ke Lovina sudah datang.

Perjalanan dimulai
Tepat jam 9 pagi, kami sudah siap berangkat. Setelah menyelesaikan masalah administrasi dengan bu Yuliana akhirnya kami berangkat dari Bali Sorgawi Hotel, tempat kami menginap selama 3 malam di sana. Pak Komang adalah seorang Bali asli, driver yang membawa kami ternyata cukup menyenangkan. Tidak salah kami memilihnya untuk membawa kami ke Lovina. Dalam perjalanan, kami minta untuk diantarkan ke sebuah warung yang menyediakan nasi campur babi. Ternyata nasi campur di sini agak sedikit beda dengan nasi campur yang kami makan di Kuta, memang sedikit lebih mahal Rp.7500, tapi masih cukup worthy kalau menurut saya.

Danau Beratan di Bedugul
Perjalanan kami mulai lagi ke Bedugul walau waktu kami ikut tour 1 hari kami pernah ke sana. Ternyata keputusan kami ke Bedugul bukan keputusan yang keliru. Ternyata di sana kami menemukan beberapa pemandangan yang sebelumnya tidak kami temukan. Hari itu kami menelusuri sudut-sudut taman Danau Beratan.
Baru pertama kali kami mengalami hal yang sedikit aneh di sini, saat itu kami ke toilet dan biaya untuk ke toilet itu Rp.1000. Tapi anehnya ibu penjaga toilet itu tidak mau menerima pecahan uang logam selain Rp.1000 lembaran dengan alasan di sini uang logam Rp.500 tidak laku. Sombong sekali si ibu itu :(.
Kebetulan sekali saat kami kesana hari itu ada sebuah upacara di pura-nya, beda pada hari sebelumnya.
 

Jika anda mempunyai uang Rp.50.000,- yang baru terbitan tahun 2005, pada sisi gambar pemandangannya. Anda tentu akan dapat melihat pemandangan aslinya di sini. Ya pemandangan itu adalah pura danau Beratan.
 
Pura Danau Beratan yang ada pada uang Rp.50.000 terbitan 2005


Tempat wisata di Bedugul ini cukup beragam fasilitas yang yang ditawarkan. Selain pemandangannya dengan danau dan pura yang indah jika kita mau kita bisa melakukan parasuting, naik boat bahkan kalau mau kita bisa foto bersama reptil dan kekelawar yang cukup besar.
Dengan cuaca yang demikian sejuk ingin rasanya kami lebih lama di sana, tapi saat itu hujan rintik-rintik sudah mulai turun. Ya sudah kami bergegas kembali ke mobil.

Gagal ke Git Git:(
Dalam perjalanan menuju ke air terjun Git-git hujan makin deras. Jadi terpaksa kami batalkan, padahal ada keinginan kami untuk ke sana. Menurut pak Komang, untuk menuju ke air terjun Git-git kita harus hiking selama kurang lebih 1 jam. Pemandangan di sana cukup bagus katanya. Kecewa rasanya karena kami tidak bisa ke sana, tapi kami berjanji bahwa kami pasti akan ke sana jika ada kesempatan lagi ke Bali.

Lovina, We are coming....
Setelah melewati area wisata Git-git, kami terus berjalan ke utara menuju Singaraja. Kota yang disebut sebagai "Bumi Panas". Di kota ini juga disebut sebagai kota pelajar, karena disinilah terdapat universitas terkenal di Bali, yaitu universitas Udayana. Memang di sini saya melihat banyak anak sekolah, terlebih kita sampai di sana sekitar jam 13 siang. Setelah berkeliling kota sejenak, akhirnya perjalanan kami lanjutkan ke Lovina. Dalam perjalanan ke Lovina kami mampir lagi ke sebuah warung babi lagi (yack... :(). Kadang saya berpikir, sepertinya bagi rekan kita yang muslim agak repot juga untuk ke Bali. Ada sich warung yang diklaim sebagai warung muslim, tapi kebanyakan makanan yang tersedia itu berbau kambing dan sate ayam. Alternatif yang relatif aman bagi rekan kita yang muslim, mungkin selalu makan di restoran Padang. Ternyata makanan di sana tidak mahal juga hanya Rp.6.000/porsi. Tadinya saya ingin sekalian membayarkan makan siang bersama dengan driver kami pak Komang, tapi entah kenapa pak Komang tidak mau kami bayarkan. Berbeda dengan driver yang ada di Jakarta, begitu mereka tahu mau dibayarkan kesempatan untuk ambil yang mahal-mahal, bahkan bisa lebih mahal dari apa yang kita makan :) (Gak semua driver loh, tapi ini yang saya alami waktu saya bekerja di Gajah Tunggal dulu)

Selesai makan siang, kami kemudian mencari tempat penginapan kami Aditya Beach Resort. Sekitar jam 14 kami sampai di Aditya, sesampai di sana saya langsung membenahi kekurangan pembayaran saya sebesar 10 USD, seketika itu pula kami diberi welcome drink berupa jus jeruk. Lalu kami dihantarkan ke kamar kami.
Lalu kami istirahat sejenak, jam 17 kurang kami keluar dan bermain-main di pantai. Wah boleh dibilang ini pantai yang terbersih yang pernah saya lihat. Bukan tidak ada sampah, tapi sangat minim menurut kami. Memang penjual di pinggir pantai itu ada beberapa. Tapi kita abaikan saja walau merka menawarkan barang jajaannya, karena memang kami tidak tertarik.
 

 
Tak kuasa untuk tidak bermain di pantai yang indah ini


Seperti kembali menjadi anak kecil, kami bermain air laut. Ternyata pantai Lovina ini tidak dalam walaupun kita berjalan sekitar 50-70 meter ke tengah laut. Tingginya maksimal paling hanya sebetis. Pasir di sini tidak putih seperti pantai pada umumnya, karena pantai di sini dekat dengan pegunungan(Setidaknya ada 4 buah gunung yang mengelilingi pantai ini). Jadi pasir ini sudah bercampur dengan bagian yang pernah termuntah dari gunung tersebut.

Tidak ada lain yang bisa dinikmati di Lovina kecuali lautnya yang jauh lebih sepi dan bersih dari Kuta. Dengan kondisi seperti itu, Lovina terkesan pantai yang cukup romantis. Karena letaknya yang di utara, di Lovina ini kita bisa melihat sunrise dan sunset sekaligus.

Di tempat ini kami cukup puas, Walaupun Aditya Beach Resort bukan merupakan hotel yang baru, tapi tidak bisa dibantah bahwa hotel ini masih cukup bagus dan yang paling penting adalah kamarnya juga cukup bersih dan terawat.

Setelah kami makan malam di hotel, akhirnya kami tidur lebih awal. Karena besok pagi benar kami akan naik kapal untuk melihat lumba-lumba.

Comments

No comments yet. You can be the first!

Leave comment

This item is closed, it's not possible to add new comments to it or to vote on it
« Prev itemNext item »