June 21, 2006 | Author: frans
Hari itu merupakan hari terakhir kami di Ubud dan juga di Bali. Tak terasa rasanya waktu bergulir begitu cepat, ingin rasanya lebih lama lagi kami di Bali tapi pekerjaan telah menanti.

Pagi itu, kami berfoto di sekitar tempat penginapan kami. Belakangan kami baru tahu kalau di belakang tempat penginapan kami terdapat bentangan sawah yang indah. Tempat penginapan kami hanya terdapat 8 kamar dan semuanya terawat dengan baik. Ada view ke kebun dan juga ada view ke sawah dan yang pasti harga makanan di tempat ini juga cukup bersaing untuk kelas penginapan.
 

[Klik untuk memperbesar]
Hamparan sawah dan taman yang diambil di sekitar tempat penginapan kami


 

[Klik untuk memperbesar]
Daftar menu di Pramesti


Setelah puas berfoto-foto akhirnya kami berkemas-kemas. Sambil menunggu waktu jemputan datang, kami kemudian berkeliling kembali di daerah ubud sambil menghirup udara pagi Ubud yang segar dan mampir ke warung Sen San untuk mengambil ayam betutu pesanan kami.

Jemputan datang
Setelah mengambil ayam betutu pesanan kami, kami kembali ke tempat penginapan kami sekalian final check siapa tahu masih ada yang ketinggalan. Setelah itu kami tidur-tiduran sebentar. Sekitar jam 10 kurang ada orang dari agent yang datang yang memberitakan bahwa mobil jemputan sudah tiba. Diluar dugaan padahal schedulenya jam 10:00, tapi sebelum jam itu sudah datang. Setelah berpamitan dengan Marisa, wayang, made dan seluruh staff di sana, akhirnya kami berangkat.

Kami dijemput dengan Colt T120, di dalamnya sudah ada sepasang warga negara Jepang. Kami duduk di belakang, setelah berjalan beberapa saat kemudian dijemput pula seorang western entah dari mana duduk di samping supirnya. Setelah itu kami didrop di tempat poll-nya Permana. Di Bali Permana dikenal sebagai satu-satunya bus jemputan yang harganya masih rasional. Jalur yang dilaluinya memutar dari selatan ke utara melalui Kintamani, Singaraja, Bedugul, Ubud, Sanur, Bandara Nurah Rai, Legian (Kuta), Denpasar lalu kembali ke Ubud lagi.

Sekitar jam 10:30, kami sudah ada di dalam bus Permana singkat cerita kami tiba di Bandara sekitar jam 12:00. Untuk keberangkatan kami jam 14:00 setidaknya kami punya waktu sekitar 2 jam untuk istirahat dan makan siang di KFC bandara Nurah Rai.

Air Asia membingungkan
Sekitar jam 13:15 kami melakukan check in, saat check in pegawai Air Asia mengatakan bahwa penerbangan dari Gate 17, tapi setelah kami masuk ternyata di papan pengumuman elektronik terlihat bahwa Air Asia melalui Gate 13. Kami berusaha untuk konfirmasi petugas di sana tidak ada yang tahu. Bahkan kami disuruh menunggu petugas dari Air Asia, padahal di sana tidak ada seorangpun petugas dari Air Asia. Padahal jarak dari Gate 13 dan Gate 17 itu dari ujung ke ujung kira-kira kalau berjalan sekitar lebih dari 100 meter. Tidak ada informasi apapun yang kami dapat kecuali menunggu. Saat jam 14:00 pun tidak ada pengumuman apakah pesawat delay atau tidak, seorang petugas Air Asia-pun masih belum ada. Lewat 5... lewat 10... masih belum ada informasi apa-apa. Beberapa calon penumpang Air Asia juga ada beberapa yang kebingungan dibuatnya.

Sekitar jam 14:20 petugas Air Asia baru tiba di tempat boarding. Boardingnya begitu cepat sekitar 10-15 menit sudah selesai dan sekitar jam 14:40 pesawat baru berangkat. Tidak ada pernyataan maaf, tiada pernyataan penyesalan dari Air Asia atas keterlambatan ini. Baginya terlambat baru berlaku kalau sudah lewat 1 jam :(. Heemmmm... Beginilah kalau naik pesawat murah, harus bisa tahan emosi. Walaupun terlambat 5 jam tetap harus panjang sabarrr...
 
Pemandangan dari balik pesawat


Jakarta.... I am back....
Sekitar jam 16 kurang pesawat tiba di Bandara Soekaro Hatta. Lelah rasanya... Akhirnya kami naik Dian Taxi untuk pulang. Kalau berangkat kami naik taksi sekitar Rp.70.000,- sudah termasuk biaya tol tapi untuk pulang kami lebih dalam merogok kantong sekitar Rp.100.000,- belum lagi harus membayar tol dan kartu laporan dari Bandara yang dibayarkan lewat supir. Kartu laporan yang katanya bisa melaporkan via SMS-pun tidak berfungsi. Jadi ya kira-kira kartu seharga Rp.15.000 itu gak terlalu banyak berguna bagi kami. Tahu begini mendingan naik Damri dech cuma Rp.15.000,-/orang. Sekitar Rp.84.000,- bisa dipakai buat makan enak he.. he.. :D.

Hemm... Waktu seakan begitu cepat, puji syukur kami ucapkan bahwa kami bisa kembali ke Jakarta dengan selamat tanpa suatu apapun. Lebih dari seminggu kami bisa berada dan bertahan di pulau yang banyak spirit itu.

Comments

No comments yet. You can be the first!

Leave comment

This item is closed, it's not possible to add new comments to it or to vote on it
« Prev itemNext item »