April 23, 2007 | Author: frans

dr. Andrew Setiawan SPOG

Di saat awal kehamilan istri saya, saya sempat bingung mencari dokter kandungan untuk istri saya. Soalnya banyak yang saya dengar saat ini banyak dokter-dokter pintar yang tidak punya hati nurani. Sudah menjadi cerita umum bahwa di saat sekarang ini banyak dokter-dokter kandungan yang lebih cendrung untuk melakukan cessar ketimbang kelahiran normal. Karena selain cepat dan tentu saja lebih mahal dan yang pasti secara langsung bisa meningkatkan pendapatan yang significant dari sisi si dokter.


Tadinya sih saya sempat mau ke dr.Eddy Katimansah, dokter kandungan yang dulu sempet membantu kelahiran saya, tapi pikir punya pikir kita mau mencoba dokter yang lebih muda yang energik sajalah. Tidak kebayang kalau persalinan yang dilakukan oleh dokter yang berumur diatas 60 tahunan. Bukan saya meragukan keseniorannya, tapi yang namanya persalinan khan dibutuhkan kesehatan yang prima dari dokternya. Mana tahu seperti teman saya yang memilih dokter senior, tapi ternyata pas hari H dokter itu malah sakit.

Mungkin ada dari rekan-rekan yang bertanya, mengapa saya akhirnya menjatuhkan pilihan pada dokter Andrew ini. Padahal memang awalnya saya tidak mengenal siapa sich dokter Andrew ini. Tahu orangnya saja tidak apa lagi tampangnya.

April 22, 2007 | Author: frans
Minggu ini merupakan minggu ke 26 dari kehamilan istri saya. Walau agak terlambat satu bulan, kami cukup yakin kalau kondisi istri saya tidak apa-apa. Karena selama ini istri sejauh ini tidak memiliki keluhan-keluhan yang mengkhawatirkan.

Secara umum hingga minggu-minggu ini tidak ada sesuatu yang baru, kecuali hanya sudah terjadi perubahan ukuran perut istri saya yang sudah mulai membesar

Category: My Wife Pragnency  | 
April 14, 2007 | Author: frans
Dalam kehamilan, ada beberapa fase yang harus kita cermati dan perhatikan secara khusus. Tapi tidak berarti bahwa si calon ibu tidak boleh ini dan itu. Memang ada fase yang memantang si calon ibu dalam mengkonsumsi makanan tertentu tapi tidak di tiap fase.
Ada 3 fase yang harus diketahui, yaitu:
  1. Fase trisemester pertama
  2. Fase trisemester kedua
  3. Fase trisemester ketiga


Fase yang terpenting dalam kehamilan sebenarnya adalah fase petama dan fase ketiga.
  1. Fase trisemester pertama
    Dimana pada fase pertama adalah fase dimana janin baru mulai terbentuk, dan tidak mendapatkan perlindungan maksimal. Karena kantung ketuban (bumper) baru mulai terbentuk namun belum sempurna, jadi si ibu harus ekstra hati-hati jika masuk ke fase ini.
    Daya lekat sel telur yang sudah menjadi embrio ke sisi dinding rahim juga belum terlalu kuat, jadi keguguran mungkin saja terjadi jika si ibu tidak menjaga dirinya dengan baik.
    Pantangan makanan juga terpaksa harus dilakukan pada trisemester pertama ini karena perlu diketahui pula bahwa pada trisemester pertama ini, yang terbentuk adalah otak, mata, struktur tulang belakang dan organ vital lainnya. Saat pembentukan sel-sel ini diharapkan si ibu harus mensterilkan dirinya karena makanan-makanan yang mengandung bakteri dan virus akan dengan mudah menjangkiti si janin. Parahnya jika virus itu adalah virus-virus yang dapat mengganggu perkembangan otak dan pembentukan tulang belakang si janin.
    Makanan yang wajib dipantang di trisemester pertama adalah:
    • Makanan yang berpotensi tidak matang 100% seperti sate, shabu-shabu, steak, ayam bakar, gado-gado, kredok dan lain sebagainya
    • Memegang binantang yang menjadi carrier virus seperti kucing, burung dan anjing. Karena dipercaya akan dapat menginfesikan virus toksoplasma
    • Menggendong balita, terlebih untuk balita yang sedang flu. Sadar atau tidak, bahwa balita telah menjadi carrier virus rubella. Terutama pada air liur mereka, jadi berhati-hatilah.

    Jadi berhati-hatilah untuk calon ibu yang saat ini berada di fase ini karena kecendrungan untuk keguguran masih cukup besar jika tidak dijaga dengan baik.

April 14, 2007 | Author: frans
Satu kali telah berjalan kelas yang kami buka, namun walaupun kami memberikan kesempatan belajar gratis khusus untuk bulan Maret 2007 ini sepertinya belum banyak pasar mengenal kami. Jadi sepertinya promosi kami sedikit diubah, karena sepertinya kekuatan dari brosur tidak tinggi dan kami tidak dapat mengandalkan sepenuhnya kepada brosur fotokopian.

Akhirnya kami mengusahakan untuk membuat poster yang kami pikir lebih bisa menarik orang-orang terutama untuk orang yang lewat di tempat kami.